pengadaan bahan dan alat masuk dalam tahapan
MenurutPeraturan Presiden No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan barang dan jasa pemerintahan atau biasa disebut perpres tenderisasi, menjelaskan definisi dari pengadaan dalam pasal 1 ayat 1 adalah "Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang selanjutnya disebut Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan Pengadaan Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD yang pro sesnya sejak identifikasi kebutuhan, sampai dengan serah terima hasil pekerjaan."
Pengadaandan pengolahan bahan utama terdapat pada proses produksi atau proses berkarya. Di sekitar kita ada banyak sekali karya seni rupa. Kadang kita tidak sadar bahwa benda-benda yangada di sekitar kita merupakan karya seni rupa. Karya seni rupa ini ada yang berdimensi dua dan berdimensi tiga.
Contohbahan makanan yang masuk dalam kelompok ini adalah teh, susu, bumbu-bumbu kering, beras, dan garam Bahan makanan kering datang setiap 2-3 hari sekali atau rata-rata dua kali dalam seminggu pemesanan bahan makanan kering →melihat stok gudang terlebih dahulu sebagai pertimbangan dalam pemesanan bahan makanan
Sistempengadaan langsung secara elektronik, atau; Secara manual dan dicatatkan dalam sistem pengadaan secara elektronik. Sementara itu, untuk tahapan pengadaan langsung jasa Konstruksi meliputi : Undangan yang disampaikan kepada Penyedia. Penyampaian dokumen penawaran administrasi, teknis, biaya/harga, dan data kualifikasi.
Pengadaan(Procurement) Pengadaan merupakan proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan dan pasokan barang atau jasa di bawah kontrak atau pembelian langsung untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Pengadaan dapat mempengaruhi keseluruhan proses arus barang karena merupakan bagian penting dalam proses tersebut.
Site De Rencontre Gratuit 35 Sans Inscription. Kini, kita beralih ke bagian yang mungkin Anda paling ingin tahu, bagaimana cara melakukan procurement dengan benar? Jika Anda berpikir kalau pengadaan hanya fokus pada aktivitas pembelian saja, maka Anda salah. Ada perencanaan, pengiriman dan juga dokumentasi bukti transaksi yang harus disimpan dengan baik untuk keperluan pembukuan. Sebelum berpindah ke bagian isi artikel, sudahkah Anda membaca Ultimate Guide procurement yang lainnya? Ultimate Guide Procurement merupakan topik terbaru dari yang mengulas seputar hal-hal dalam bisnis dan terbagi menjadi beberapa artikel. Jika belum, Anda bisa langsung mengunjunginya lewat tabel konten dibawah ini. Part 1 Apa Itu Procurement Part 2 Langkah-langkah Procurement – Anda disini Part 3 Masalah-Masalah dalam Procurement dan Cara Mengatasinya Part 4 KPI Procurement Part 5 E Procurement, metode pengadaan di masa depan Finale Tips-Tips Agar Procurement Berjalan Lancar Secara garis besar, proses pengadaan terbagi menjadi 3 tahap, perencanaan, pemilihan supplier, dan pembelian. Berawal dari pengajuan barang, aktivitas pengadaan terus berlanjut hingga proses pembayaran. Berikut tahapan serta penjelasan dalam proses pengadaan. Tahap Perencanaan Tahap awal dari pengadaan adalah dengan melakukan perencanaan. Di awal, pihak purchasing akan melakukan pengajuan proposal mengenai pembelian bahan baku untuk produksi. Faktor-faktor yang harus diperhatikan adalah, harga, waktu, dan anggaran yang dianggarkan. Proses persetujuan melibatkan banyak pihak. Proposal akan diberikan kepada supervisor untuk dilihat dan ditimbang. Jika ada yang tidak sesuai, maka pihak purchasing akan melakukan revisi. Apabila sesuai, proposal akan dilanjutkan ke pihak gudang. Pihak pengelola gudang akan meninjau apakah ada kesalahan seperti permintaan barang yang ternyata masih ada dan jumlah permintaan barang. Setelah proposal disetujui, proses dilanjutkan ke tahap pencarian supplier. Dalam tahap persetujuan, ada perbedaan pada perusahaan kecil dan besar. Perusahaan besar biasanya melalui beberapa pihak untuk persetujuan sedangkan perusahaan kecil hanya sedikit saja dan pihak gudang biasanya merangkap sebagai divisi purchasing atau PPIC. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa membacanya disini! Tahap pencarian supplier/vendor Pemilihan supplier atau vendor menjadi langkah pertama yang sangat penting. Tanpa vendor yang bagus, Anda tidak akan mendapatkan bahan baku dengan kualitas yang baik dan harga yang sesuai. Dalam memilih vendor, ada 2 cara yang biasanya dilakukan Memilih secara langsung Cara pertama yang biasanya dilakukan adalah dengan memilih vendor secara langsung lewat internet, rekomendasi dari teman/perusahaan, serta vendor langganan. Biasanya, hal ini dilakukan untuk pembelian bahan baku secara reguler atau yang sudah sering terjadi sehingga, perusahaan bisa menggunakan vendor yang lama atau rekomendasi dari orang lain. Untuk memilih vendor yang tepat, berikut tips yang perlu Anda perhatikan Carilah tender sesuai dengan kualitas yang diinginkan. Pilihlah harga yang sesuai dengan keinginan vendor. Mintalah katalog agar pemilihan barangnya lebih mudah Tender Tender sering dilakukan baik oleh perusahaan dan pemerintah. Mereka mengumpulkan sejumlah vendor agar mendapatkan penawaran terbaik mengenai kualitas dan harga barang. Untuk tender, berikut langkah-langkah dalam membuatnya Perusahaan membuat Request for Proposal RFP yang berisi daftar permintaan, ketentuan pengiriman, serta syarat dan ketentuan. Setelah itu, RFP akan dipasang di website dan majalah. Penawaran akan masuk dari sejumlah vendor dan perusahaan perlu melakukan proses seleksi. Supplier yang terpilih akan diminta untuk mengirimkan quotation atau biasa disebut dengan request for quotation. Jika cocok, proses tender akan berlanjut ke proses akhir berupa tanda tangan kontrak. Quotation yang diterima akan dievaluasi berdasarkan faktor-faktor berikut Harga Diskon Ketentuan pengiriman Ketentuan pembayaran Kualitas barang Biaya kargo Biaya asuransi Setelah proses evaluasi, perusahaan akan melakukan negosiasi dengan pihak vendor terkait permintaan barang. Jika tercapai kesepakatan, pihak perusahaan akan memberikan kontrak dan purchase order kepada vendor. Pencarian supplier bisa lebih mudah jika ada kontrak yang terjalin. Jika masih ada kontrak yang berjalan, perusahaan bisa menghubungi supplier yang terkait untuk permintaan barang. Baca lebih lanjut mengenai jenis-jenis dan penjelasan kontrak tender disini! Perusahaan memberikan Service Level Agreements SLA, dokumen resmi yang berisi perjanjian tentang hubungan kerja antara 2 pihak. SLA berisi deskripsi pekerjaan dan standar ketentuan yang harus dipenuhi, kewajiban, dan konsekuensi yang dihadapi jika pekerjaan tidak selesai. SLA berperan penting untuk menghindarkan perusahaan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti, vendor yang mangkir, pekerjaan yang tidak selesai, dan hasil yang jauh dari harapan. SLA harus disetujui oleh kedua belah pihak serta dibuat berdasarkan administratif perusahaan, prosedur regulasi keamanan lingkungan, dan keuangan. Departemen pengadaan akan melakukan pemantauan terhadap vendor untuk memastikan pekerjaan akan berjalan lancar dan selesai sesuai harapan. Ketentuan pembayaran juga turut disertakan dalam kontrak. Pada umumnya, pembayaran akan dilakukan oleh perusahaan kepada vendor pada 45 hari setelah penerimaan Purchase invoice. Jika perusahaan Anda import barang dari luar negeri maka, Anda membutuhkan international commercial terms incoterms, sebuah dokumen yang berisi terminologi untuk pengiriman barang. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai incoterm, cek artikelnya disini! Ada 4 jenis pembayaran yang biasanya digunakan oleh perusahaan untuk penyediaan barang dan jasa seperti dibawah ini Pembayaran di muka Perusahaan akan membayar barang sebelum invoice pembelian diberikan oleh vendor. Letter of Credit Letter of Credit adalah sebuah dokumen resmi mengenai pembayaran yang akan dilakukan bank untuk penyediaan barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan berdasarkan syarat dan ketentuan tertentu. Untuk syarat dan jenis Letter of Credit bisa Anda baca lebih lanjut disini! Documentary collection Documentary collection terjadi ketika pihak exporter akan menyerahkan kewajiban untuk menagih pembayaran kepada bank dengan menyerahkan dokumen pembayaran beserta instruksi pembayaran yang harus dilakukan. Open Account Open Account adalah sebuah tahap dimana vendor akan mengirimkan barang serta invoice untuk dibayar sesuai dengan waktu dan ketentuan yang telah disetujui. Tahap Pengiriman atau Penerimaan Tahap procurement akan meliputi proses pengiriman barang, pembayaran, dan pengecekan barang. Pertama, pihak vendor akan memberikan konfirmasi terkait purchase order yang mereka terima. Konfirmasi bisa dilakukan via email atau software procurement jika digunakan oleh vendor. Anda bisa merasakan kemudahannya dengan menggunakan software Dengan fitur purchase order, Anda bisa membuatnya dimana saja dan sudah terhubung dengan inventaris dan invoice yang ada. Download disini untuk mendapatkan Pihak vendor akan mengirimkan barang sesuai dengan permintaan dan menyertakan dokumen pengiriman yang berisi Nama pengirim Resi pengiriman Tracking Number Berat Lokasi penerimaan barang Deskripsi barang Dokumen tersebut bisa dijadikan sebagai acuan dari perusahaan untuk melakukan pemantauan. Jika terjadi suatu masalah seperti keterlambatan pengiriman, maka perusahaan bisa melacaknya dengan mudah. Setelah barang sampai, pihak gudang akan melakukan pengecekan terhadap barang tersebut sesuai dokumen PO. Jika terdapat kerusakan atau ada yang tidak sesuai, barang bisa ditolak di tempat dan akan dikembalikan ke supplier untuk diganti. Goods receipt akan dibuat dan pihak gudang akan melakukan update mengenai penambahan barang yang sudah datang. Tahap Pengecekan dan Pembayaran 3-Way Match Banyak perusahaan melakukan 3 ways match atau pengecekan terhadap 3 jenis dokumen yang digunakan dalam procurement yakni Purchase order Dokumen resmi yang dikirimkan oleh perusahaan kepada vendor yang berisi jumlah dan deskripsi barang yang diminta, harga, alamat pengiriman, nomor PO, informasi pembayaran, dan alamat invoice. PO merupakan bukti konfirmasi akan pembelian barang yang dilakukan perusahaan kepada vendor. Surat Jalan Bagian dari procurement yang berisi informasi yang sama dengan invoice dan berfungsi sebagai bukti pembayaran dan pengiriman. Biasanya disertakan dalam dokumen yang dikirimkan oleh vendor. Purchase Invoice Dokumen ini dikirimkan oleh vendor kepada perusahaan selaku pembeli yang berisi informasi yang sama dengan PO. PO merupakan dokumen yang digunakan sebagai penagihan kepada pembeli. Sebelum melakukan pembayaran, staf Accounts Payable akan melakukan pengecekan jumlah barang dan harga untuk memastikan kalau apa yang ada di PO sama dengan yang dikirim oleh vendor. Pembayaran akan dilakukan jika hasilnya cocok. Metode 3-way match penting untuk dilakukan karena ada membawa 3 manfaat penting yang berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan seperti Menghemat pengeluaran Verifikasi data PO, kwitansi, dan invoice membantu perusahaan dalam menghindari masalah overpay, bayar 2 kali, bayar pada barang yang tidak dipesan, dan menghindari kecurangan akan pemalsuan dokumen. Profesionalitas 3-way match menunjukkan sisi profesionalisme perusahaan dan meningkatkan kepercayaan vendor terhadap perusahaan Anda serta menghindari kesalahan yang berpotensi menurunkan kredibilitas Anda di mata vendor. Memperlancar proses audit Pemeriksaan yang detil membantu perusahaan Anda dalam dokumentasi bukti-bukti yang digunakan dalam procurement. Dengan bukti yang lengkap, proses audit dapat berjalan dengan lancar. Proses procurement tergolong panjang karena membutuhkan perencanaan yang solid mengingat, hal ini berhubungan dengan proses operasional perusahaan. Kesalahan kecil dapat memberikan dampak yang besar terhadap berbagai macam sektor. Untuk memudahkan procurement yang Anda lakukan, ada sebuah platform bisnis yang siap membantu para pelaku usaha kecil dan menengah. Untuk Procurement, ada paket jet dengan fitur PO, Invoice dan penerimaan barang yang telah terintegrasi sehingga, proses kerja Anda menjadi lebih mudah, efisien dan transparan. Gunakan sekarang dan cek disini untuk informasi lebih lanjut! Demikian informasi mengenai langkah-langkah Procurement. Selanjutnya, akan membahas mengenai masalah-masalah yang sering terjadi dalam procurement serta solusinya. Biar gak ketinggalan, bookmark artikel ini dan ikuti terus informasi mengenai Ultimate Guide Procurement disini!
Pernahkah Anda mencari tahu bagaimana tepatnya cara atau proses pengadaan barang di sebuah perusahaan berlangsung? Pengadaan barang sendiri sebenarnya merupakan satu hal yang penting dalam aktivitas perusahaan, sebab tanpanya perusahaan akan kesulitan melakukan operasional. Untuk mengenal lebih jauh mengenai proses fundamental ini, Anda akan disajikan sedikit ulasan mengenai prosedur pengadaan barang dan jasa yang diperlukan perusahaan. Tidak hanya itu, artikel ini juga akan memuat beberapa tipe pengadaan yang bisa digunakan, sehingga Anda bisa mendapatkan proses atau tipe paling cocok untuk perusahaan Anda. Bagaimana Proses dan Prosedur Pengadaan Berlangsung? Sumber Sebenarnya terdapat aturan baku yang dimiliki pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa. Namun aturan ini hanya menjadi pedoman untuk badan milik pemerintah. Untuk sektor swasta sendiri, aturan tersebut sifatnya menjadi acuan dan pola dasar, yang kemudian dapat dimodifikasi dan disesuaikan selama dirasa tepat dan disetujui oleh direksi secara umum. Prosedur pengadaan barang dan jasa pada dasarnya akan mengacu pada poin di bawah ini. Diawali dengan analisa kebutuhan perusahaan secara dengan sistematis, dan diajukan ke manajemen untuk ditinjau dan proses tender untuk mendapatkan vendor yang sesuai analisa supplier atau vendor yang masuk dalam proses tender quotation atau penawaran dari setiap negosiasi pada kontrak yang jelas dan gamblang, biasa dikenal dengan sebutan purchase proses penerimaan barang atau jasa yang dipesan, kemudian melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas pengadaan barang dan jasa dari pihak perusahaan pada pihak vendor atau supplier. Proses ini bisa berlangsung cepat, atau juga lambat, tergantung dengan kinerja perusahaan dan vendor secara umum. Jika kesepakatan lekas dapat dicapai, maka prosesnya cenderung berjalan cepat. Terlebih jika terjadi pemesanan berulang dengan vendor atau supplier yang sama, prosesnya akan jauh lebih efektif, sehingga pengadaan barang bisa jadi rutinitas yang mudah dilakukan. Mengenal Tipe Pengadaan Barang Sumber Pengadaan barang, atau dalam istilah lain dikenal juga dengan procurement, dibedakan menjadi beberapa jenis. Setidaknya secara umum jenis pengadaan barang bisa dibagi menjadi 4 kategori. Pertama adalah pengadaan barang langsung, pengadaan barang tidak langsung, pengadaan barang fisik, dan pengadaan barang jasa. Secara singkat, berikut penjelasan masing-masing jenis pengadaan barang tersebut dan contohnya. 1. Pengadaan Barang Langsung Direct Procurement Adalah jenis pengadaan barang yang mengacu pada barang atau jasa yang diperlukan untuk menghasilkan produk akhir dari suatu perusahaan. Jenis ini sendiri dilaksanakan dengan membeli bahan baku yang diperlukan dalam aktivitas perusahaan, serta berdasarkan analisis efisiensi biaya pengadaan barang dan jasa untuk keuntungan perusahaan. Contoh pengadaan barang dan jasa jenis ini adalah pengadaan bahan mentah, komponen, suku cadang, mesin, atau barang lain yang dibeli untuk diproses dan dijadikan produk yang dijual perusahaan. 2. Pengadaan Barang Tidak Langsung Indirect Procurement Seperti namanya, pengadaan barang dengan cara tidak langsung ini merupakan pengadaan barang yang secara tidak langsung digunakan dalam proses produksi produk yang dimiliki perusahaan atau bisnis Anda, namun diperlukan untuk kelancaran. Jadi tidak serta merta pengadaan yang dilakukan akan terlihat pada produk dari perusahaan, namun tetap diperlukan guna menunjang aktivitas perusahaan secara umum. Contoh pengadaan barang dan jasa ini misalnya alat tulis kantor, layanan konsultasi, pemeliharaan kantor dan pabrik, dan sebagainya. 3. Pengadaan Barang Fisik Goods Procurement Jenis pengadaan barang ini mengacu pada pengadaan barang fisik dan perangkat lunak yang diperlukan perusahaan dalam rangka operasional. Tujuannya untuk menjaga pengelolaan rantai pasokan secara umum di perusahaan yang Anda miliki atau kelola. Contoh pengadaan untuk jenis ini misalnya bahan mentah, aplikasi pendukung sistem informasi, hingga peralatan kantor dan sejenisnya. 4. Pengadaan Barang Jasa Services Procurement Jika goods procurement mengacu pada pengadaan barang atau aplikasi, yang secara umum dipahami memiliki bentuk fisik, maka service procurement merupakan jenis pengadaan untuk skill atau layanan yang tidak dapat diadakan perusahaan secara internal. Contoh untuk jenis pengadaan ini adalah jasa kontraktor, firma hukum, akuntan publik, layanan keamanan, kebersihan, dan berbagai jenis layanan lain yang secara langsung tidak dapat disediakan perusahaan. Urusan pengadaan barang dan jasa memang fundamental bagi kegiatan perusahaan. Maka dari itu, sebuah sistem harus diciptakan sehingga perusahaan tidak perlu membuang banyak waktu untuk mencari penyedia, dan mengurus semua urusan pengadaan setelah pendataan kebutuhan selesai. RUN Market, Platform Digital untuk Pengadaan Barang dan Jasa Jika setiap pengadaan dilakukan secara berulang namun dengan proses yang sama, tentu waktu yang digunakan akan terbuang sia-sia. Maka dari itu, RUN Market hadir untuk menjadi partner perusahaan dalam urusan ini, sehingga proses pengadaan barang bisa dilakukan dengan lebih praktis. RUN Market menjadi platform terbaik dalam menemukan penyedia barang dan jasa yang tepat. Dengan sistem yang kuat dan penyedia terverifikasi, perusahaan akan mendapatkan opsi terbaik saat memerlukan pengadaan barang ini. Harga penawaran terbaik, laporan dan dashboard yang real time, serta tersedianya dokumen dan riwayat pemesanan yang dapat dilacak dengan mudah, menjadikan RUN Market platform terbaik untuk jadi pilihan utama. Segera join di RUN Market sebagai tempat terbaik melakukan pengadaan barang, dan tingkatkan performa perusahaan secara signifikan!
5 g. Perlengkapan pendukung perkakas yang diperlukan selama bekerja di laboratorium IPA, seperti Alat pemadam kebakaran, perkakas P3K, alat kebersihan, serta alat bantu lainnya seperti obeng, palu, tang, gergaji. 2. Pengadaan Alat dan Bahan Praktikum IPA Kegiatan untuk menentukan peralatan dan bahan yang harus diadakan di laboratorium memerlukan kerja sama yang baik antara pengguna, dalam hal ini adalah guru yang merencanakan kegiatan praktek dengan teknisi laboran yang akan mempersiapkan alat dan bahan kegiatan. Oleh karena itu pengadaan peralatan dan bahan untuk menunjang kegiatan praktek harus mendapat masukan dari para guru penanggungjawab mata pelajaran IPA. Untuk itu maka sangat diperlukan koordinasi antar guru yang bertanggungjawab dalam penggunaan laboratorium dengan teknisi laboran. Menurut Bambang Supriatno 2013 2-8, langkah perencanaan dapat dilaksanakan dalam tahapan berikut a. Identifikasi Tahapan ini adalah langkah awal untuk mencoba mengidentifikasi alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan pada kegiatan prraktikum. Langkah ini idealnya dilakukan bersama guru-guru IPA. Guru penanggungjawab praktek mempelajari kurikulum, kemudian menentukan topik-topik praktek yang akan dilakukan. Berdasarkan topik praktek yang akan dilaksanakan, maka disusunlah manual atau petunjuk praktikum untuk setiap topik. Berdasarkan manual atau petunjuk praktikum yang ada dari semua mata pelajaran yang menggunakan laboratorium dapat teridentifikasi kebutuhan bahan dan alat minimal yang harus ada di laboratorium. Dengan demikian usulan mengenai kebutuhan alat dapat bersumber dari setiap guru mata pelajaran yang akan menggunakan laboratorium sebagai sarana praktek atau diidentifikasi sendiri oleh laboran berdasarkan manual atau petunjuk praktikum yang diberikan oleh guru. Contoh identifikasi kebutuhan alat dan bahan praktikum berdasarkan kurikulum KTSP dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini. 6 Tabel 2. Contoh Identifikasi Kebutuhan Alat dan Bahan Praktikum IPA Kelas VII Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Rasionalisasi KBM untuk Pemilihan Alat Kegiatanpercobaan Alat Bahan Kelas VII, Semester 2 5. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan Melaksanakan pengamatan objek secara terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi gejala alam biotik dan a- biotik Melakukan pengamatan gejala alam kebendaan pada objek biotik di lingkungan sekitar Melakukan pengamatan gejala alam berbentuk kebendaan pada objek abiotik di lingkungan sekitar Melakukan pengamatan fenomena pada objek biotik di lingkungan sekitar Melakukan pengamatan kejadian pada objek abiotik di lingkungan sekitar Pengamatan gejala alam biotik dan abiotik Mengamati karakteristik kebendaan pada objek biotic dan abiotik Kualitatif seperti; ukuran, bentuk, warna, aroma, kekerasan, dsb. Mengamati karakteristik kejadianfenomena pada objek biotic dan abiotik seperti gerak matahari, perubahan suhu, perubahan wujud, penguapan, reproduksi, pertumbuhan, respirasi dsb. Lup Termometer Hygrometer pH indicator b. Pemilihan alat dan bahan Berdasarkan hasil identifikasi peralatan dan bahan untuk kegiatan praktek laboratorium dapat ditentukan mengenai jenis alat dan bahan yang dibutuhkan, tetapi karakteristik alat dan bahan yang dimaksud belum dapat ditentukan secara tepat. Apabila sudah mendapat masukan mengenai peralatan yang dibutuhkan maka selanjutnya adalah menentukan spesifikasi alat yang tepat untuk kegiatan. Namun demikian berdasarkan pengalaman dapat ditentukan mengenai karakteristik beberapa alat. Peralatan di pasaran sangat beragam dalam hal bentuk, ukuran dan kualitas bahan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan untuk merencanakan memilih spesifikasi peralatan yang tepat. Spesifikasi alat umumnya berhubungan dengan bentuk, ukuran dimensi, akurasi, batas-batas kemampuan, sumber daya untuk peralatan fisikalistrik dan bahan yang digunakan. Untuk dapat menentukan secara tepat perlu dipelajari berbagai keterangan mengenai alat dengan cara melihat gambar-gambar yang dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya buku atau internet. Beberapa perusahaan kadang memberikan katalog atau daftar alat dengan spesifikasinya, bahkan sering dilengkapi dengan gambar. Ketika merencanakan pengajuan alat, haruslah didasarkan pada kebutuhan, bukan mengacu pada yang tersedia pada katalog atau brosur penawaran barang. Hal ini bukan berarti tidak boleh memilih apa yang ada di dalam catalog, tetapi harus diutamakan kebutuhannya. Apabila barang yang ditawarkan pada katalog spesifikasinya sesuai dengan 7 kebutuhan, tidak ada salahnya untuk direncanakan dibeli. Kesalahan menentukan spesifikasi alat mengakibatkan biaya investasi menjadi tinggi. Karena praktikum bertujuan memvisaulisasikan suatu proses atau fenomena yang abstrak menjadi konkrit dan berlatih untuk melakukan pengukuran, dalam praktikum tingkat sekolah menengah tidak diperlukan peralatan yang memiliki akurasi yang sangat baik setara dengan peralatan untuk penelitian atau riset perguruan tinggi. Peralatan dengan spesifikasi kualitas baik dan akurasi yang tinggi berdampak pada nilai barang menjadi mahal. Untuk menentukan jenis alat yang harus diadakan perlu dipertimbangkan mengenai frekuensi keterpakaian, dapat atau tidaknya digantikan oleh alat lain, ketersediaan anggaran dan garansi yang disediakan oleh perusahaan. Garansi, yang mencakup kemudahan ketersediaan suku cadang, kredibilitas perusahaan dan keberadaan agen di Indonesia patut dipertimbangkan dalam menentukan pilihan alat yang akan dibeli. c. Membuat daftar usulan alat Apabila sudah dapat ditentukan spesifikasi alat yang diperlukan maka selanjutnya adalah menyusun daftar usulan alat laboratorium. Usulan daftar alat laboratorium dimaksudkan untuk memudahkan dalam meneliti dan menentukan anggaran. Usulan alat laboratorium harus menyatakan spesifikasi yang jelas mengenai alat yang diusulkan, serta jumlah satuan yang diperlukan dan harga satuan sehingga memperkecil kesalahan dalam proses pengadaan. Usulan hendaknya dinyatakan dalam format usulan seperti dalam contoh berikut DAFTAR USULAN ALAT LABORATORIUM SekolahMadrasah Tahun ajaran No. Nama Alat Spesifikasi Jumlah Harga satuan Harga total 1 Mikroskop Monokuler Okuler 10X wide field Revolver dengan tiga tempat lensa, dengan objektif 10X, 20X dan 45X Makrometer dan micrometer terpisah 5 2 3 dst Total d. Perencanaan usulan bahan kimia Bahan-bahan kimia biasanya dibuat dalam beberapa tingkat kemurnian. Gradasi tingkat kemurnian mulai dari sangat murni hingga kemurnian dengan nilai tertentu. Tingkat 8 kemurnian yang tinggi biasanya digunakan untuk penelitian, sementara untuk kegiatan praktikum sekolah tidak diperlukan bahan kimia murni. Semakin tinggi tingkat kemurnian bahan kimia proses penyediaannya semakin sulit, hal ini berakibat pada harga bahan kimia tersebut semakin mahal. Kategori tingkat kemurnian bahan kimia dinyatakan sebagai berikut 1 Analytical Reagent analaR. Tingkat ini digunakan kegiatan teknik analitik yang memerlukan ketelitian tinggi. 2 Chemically Pure atau kemurnian minimum, merupakan standar kemurnian. 3 Technically Teknis atau tingkat komersil, merupakan tingkat paling rendah dan tidak ada spefikasi lain pada wadahnya. Makna huruf-huruf penting lainnya yang sering ditemukan pada label botol kimia adalah 1 British Pharmacopeia menunjukkan bahwa bahan tersebut dibuat dengan standar kemurnian British Pharmacopeia. 2 United State Pharmacopeia bahan tersebut berstandar United State Pharmacopeia. 3 General Reagents digunakan untuk pereaksi umum dengan tingkat kemurnian rendah. 4 Pro Analytic digunakan untuk analisis dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Dalam kegiatan praktikum sekolah bahan kimia dalam tingkatan teknis sudah memadai. Dengan memilih bahan kimia tingkat teknis biaya pembelian bahan dapat dihemat lebih dari 50, namun apabila biaya memungkinkan dapat menggunakan bahan kimia dengan tingkat kemurnian lebih tinggi. Meskipun demikian dalam kegiatan praktikum sekolah penggunaan bahan kimia murni tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kerja praktek. Bahan kimia teknis cocok untuk laboratorium sekolah karena harganya lebih murah daripada bahan-bahan analitik. Menggunakan bahan kimia dengan tingkat kemurnian tinggi untuk keperluan praktikum merupakan pemborosan. Daftar usulan bahan kimia dapat dinyatakan dalam format berikut DAFTAR USULAN BAHAN ZAT Sekolah Tahun ajaran No. Bahanzat Spesifikasi Jml. Harga satuan Harga total Nama Rumus Kimia 9 3. Langkah-langkah Penyiapan Alat dan Bahan Praktikum IPA
Sunday, May 28, 2023 Konstruksi Lantai beton yang kusam dan rentan terhadap kerusakan dapat menjadi masalah yang serius dalam suatu bangunan. Namun, ada solusi yang inovatif dan efektif untuk mengatasi masalah ini. Penggunaan epoxy sebagai cat pelapis lantai telah terbukti memberikan perlindungan yang optimal dan tampilan yang menarik pada lantai adalah campuran bahan resin dan hardener yang menghasilkan cairan yang kuat dan tahan lama. Ketika diaplikasikan dengan benar, cat epoxy membentuk lapisan tipis yang melindungi lantai beton dari resapan zat cair dan bahan kimia yang dapat merusaknya. Selain itu, cat epoxy juga memberikan kekuatan tambahan pada lantai beton, membuatnya lebih tahan terhadap tekanan dan Tahapan Pengaplikasian Epoxy Lantai yang Baik dan BenarPenggunaan epoxy sebagai cat pelapis lantai telah menjadi pilihan yang populer untuk memberikan perlindungan maksimal dan penampilan yang menarik pada lantai beton. Nah, berikut ini adalah cara mengaplikasikan eepoxy lantai yang baik dan benar1. Menciptakan Area yang Bersih dan Siap DicatMengosongkan area permukaan lantai merupakan langkah awal yang perlu dilakukan sebelum memulai proses pengecatan dengan epoxy. Anda perlu memindahkan atau menggeser barang-barang seperti meja, kursi, lemari, atau perabotan lainnya ke tempat lain sementara waktu. Tujuannya adalah agar area yang akan dicat benar-benar kosong dan lapang, memungkinkan Anda untuk bekerja dengan leluasa dan meratakan cat epoxy ke seluruh permukaan area juga membantu mencegah terjadinya kemungkinan terkena cipratan atau tumpahan cat epoxy pada barang-barang yang ada di sekitarnya. Hal ini sangat penting, karena cat epoxy cenderung mengering dengan cepat dan sulit dihilangkan setelah mengering. 2. Mempersiapkan Permukaan LantaiSetelah dilakukan pengosongan area, maka tahapan pengaplikasian epoxy lantai selanjutnya adalahPengamplasan PermukaanSalah satu metode umum yang dilakukan oleh aplikator profesional adalah pengamplasan permukaan lantai. Hal ini bertujuan untuk menciptakan adhesi yang kuat antara lantai dan cat menggunakan alat pengamplas, permukaan lantai diamplas hingga rata dan bebas dari ketidaksempurnaan seperti noda, goresan, atau lapisan yang tidak merata. Pengamplasan juga membantu memperbaiki tekstur lantai, memastikan bahwa epoxy dapat menempel dengan KimiaJika ada kontaminasi minyak atau noda lain pada permukaan lantai, pembersihan kimiawi perlu dilakukan. Penggunaan bahan kimia yang sesuai akan membantu menghilangkan sisa-sisa minyak dan memastikan lantai dalam keadaan bersih sebelum aplikasi untuk mengikuti petunjuk penggunaan dan pengamanan yang benar saat menggunakan bahan kimia dan Perbaikan PermukaanSebelum melanjutkan proses pengecatan, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada permukaan lantai. Periksa adanya retakan, lubang, atau kerusakan lainnya yang perlu diperbaiki. Jika ditemukan kerusakan, gunakan bahan perekat beton yang sesuai untuk semua permukaan halus dan bebas dari kerusakan yang dapat mempengaruhi hasil akhir pengecatan DebuSetelah pengamplasan dan pembersihan, pastikan untuk membersihkan debu yang mungkin tersisa pada permukaan lantai. Gunakan penyedot debu atau lap yang lembab untuk menghilangkan debu yang debu yang menyeluruh penting untuk memastikan adhesi yang baik antara cat epoxy dan permukaan Menyempurnakan Permukaan Lantai yang Tidak Rata dengan Teknik PrimingMenghasilkan lantai yang mulus dan rata adalah tujuan utama dalam proses pengecatan dengan epoxy. Namun, terkadang permukaan lantai mengalami ketidakrataan, celah, atau retakan yang perlu diperbaiki sebelum aplikasi cat epoxy. Inilah mengapa priming menjadi langkah penting dalam mempersiapkan permukaan yang tidak rata sebelum terdapat celah atau lubang pada permukaan lantai, langkah pertama adalah mengisinya menggunakan epoxy grout. Epoxy grout adalah bahan pengisi yang kuat dan tahan lama yang dapat mengisi celah dan lubang dengan untuk membersihkan permukaan lantai dengan baik sebelum mengaplikasikan epoxy grout agar adhesi yang baik tercapai. Setelah pengeringan, permukaan akan menjadi lebih rata dan siap untuk proses lantai mengalami retakan, langkah pertama adalah memotong retakan tersebut menggunakan pemotong berlian. Pemotongan ini dilakukan untuk memperluas retakan dan membentuk saluran yang akan diisi dengan epoxy retakan dipotong, gunakan kuas atau sikat untuk membersihkan debu dan partikel yang terjebak di dalam retakan. Kemudian, isi retakan dengan epoxy grout, memastikan grout meresap dengan baik dan mengisi seluruh retakan. Setelah pengeringan, permukaan lantai akan menjadi lebih kuat dan retakan semua perbaikan dilakukan, pastikan untuk memastikan bahwa permukaan lantai benar-benar rata dan halus. Gunakan alat pengamplas atau grinder untuk meratakan permukaan dan menghilangkan ketidakrataan yang mungkin penting untuk memastikan adhesi yang maksimal antara permukaan lantai dan lapisan epoxy yang akan datang. Selain itu, permukaan yang rata juga memberikan hasil pengecatan yang lebih estetis dan tahan Lapiskan Plamir Epoxy Pada LantaiSetelah tahap priming selesai, langkah selanjutnya dalam proses pengecatan lantai dengan epoxy adalah melapisi permukaan dengan plamir epoxy. Plamir epoxy merupakan bahan pengisi yang sangat efektif untuk menciptakan permukaan lantai yang mulus, bebas dari cela, dan siap menerima lapisan epoxy yang akan tahapannya adalah sebagai berikutPersiapan Setelah Cat PrimerSebelum melapisi permukaan dengan plamir epoxy, pastikan bahwa cat primer telah sepenuhnya kering sesuai petunjuk produsen. Perhatikan waktu pengeringan yang disarankan agar hasil akhir menjadi maksimal. Bersihkan permukaan lantai dari debu, kotoran, atau partikel lain yang mungkin menempel pada cat primer yang sudah Plamir EpoxyGunakan alat aplikator seperti kape scrap atau raskam untuk mengaplikasikan plamir epoxy secara merata dan menyeluruh di atas permukaan lantai. Plamir epoxy memiliki tekstur yang halus dan mudah diaplikasikan. Pastikan untuk mengisi semua celah kecil, goresan, atau ketidakrataan yang mungkin ada pada permukaan lantai. Usahakan agar plamir terdistribusi secara merata sehingga lantai memiliki permukaan yang mulus dan tidak ada bagian yang dan KeringkanSetelah melapisi lantai dengan plamir epoxy, biarkan plamir mengering selama beberapa jam atau sesuai petunjuk produsen. Penting untuk memberikan waktu yang cukup agar plamir benar-benar kering dan mengeras di permukaan lantai. Pastikan untuk tidak menginjak atau membebani permukaan yang sedang dalam proses pengeringan agar hasilnya tetap mulus dan Lakukan Sortir PlamirProses pengaplikasian epoxy lantai berikutnya adalah sortir plamir, untuk memastikan permukaan yang benar-benar rata dan meminimalkan kemungkinan terjadinya perbedaan warna yang tidak diinginkan setelah pengecatan jasa epoxy lantai perlu melakukanPemeriksaan Kualitas PlamirSetelah plamir kering, langkah pertama dalam sortir plamir adalah memeriksa kualitasnya secara menyeluruh. Perhatikan setiap bagian permukaan lantai yang dilapisi plamir dengan cermat. Periksa apakah ada area yang masih tidak rata, memiliki ketebalan yang tidak seragam, atau mungkin terdapat bagian yang terlewat saat melapis dengan KetidakrataanJika ditemukan bagian yang tidak rata atau kurang sempurna, segera ambil tindakan untuk memperbaikinya. Gunakan alat pengamplas halus atau spatula untuk menambahkan plamir pada area yang membutuhkan perbaikan. Pastikan untuk meratakan plamir secara merata dengan permukaan lantai, sehingga tidak ada ketidakrataan yang Keberhasilan PengecatanSortir plamir bertujuan untuk menciptakan permukaan yang benar-benar rata dan meratakan ketebalan plamir secara keseluruhan. Hal ini sangat penting, karena ketidakrataan plamir dapat mempengaruhi hasil akhir pengecatan dengan permukaan tidak rata, warna epoxy yang diaplikasikan kemungkinan akan terlihat belang atau tidak merata. Dengan melakukan sortir plamir yang teliti, Anda dapat menghindari masalah ini dan mencapai hasil pengecatan yang profesional dan Lapiskan Cat Primer Pada LantaiSatu tahap penting berikutnya dalam proses pengaplikasian epoxy lantai adalah melapisi permukaan lantai dengan cat primer. Meskipun sering dianggap sebagai tahapan yang tidak penting, sebenarnya penggunaan cat primer ini memiliki banyak manfaat, yaituMeningkatkan Daya TahanCat primer membentuk lapisan yang kuat di atas substrat lantai. Dengan melapisi permukaan dengan cat primer, lantai akan memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap beban berat, goresan, dan penting terutama jika lantai akan digunakan di area dengan lalu lintas kendaraan atau peralatan yang berat. Cat primer membantu mencegah kerusakan struktural dan memperpanjang umur yang Lebih BaikCat primer berfungsi sebagai penghubung antara lapisan epoxy dan substrat lantai. Dengan menggunakan cat primer yang tepat, adhesi antara lantai dan cat epoxy akan lebih kuat dan lebih tahan lama. Ini memastikan bahwa lapisan epoxy akan melekat dengan baik pada permukaan lantai dan menghindari masalah seperti mengelupas atau mengelupas seiring Risiko Gas dan Gelembung Penggunaan cat primer juga membantu menghilangkan risiko gas dan gelembung yang mungkin muncul saat proses primer membentuk lapisan yang rata dan merata di atas substrat, mencegah gas atau udara terjebak di antara lantai dan lapisan epoxy. Ini menghasilkan penampilan yang lebih baik dan permukaan yang halus dan bebas Bahan PelapisMelapisi permukaan lantai dengan cat primer juga dapat mengurangi jumlah bahan pelapis yang dibutuhkan pada tahap pengecatan primer memberikan lapisan dasar yang solid dan merata, sehingga lapisan epoxy yang diterapkan selanjutnya dapat lebih efisien dan efektif menutupi permukaan. Ini dapat menghemat biaya dan meminimalkan pemborosan bahan Setelah melalui serangkaian proses yang cermat dan teliti, tahap akhir dari pengerjaan pengecatan epoxy adalah finishing. Pada tahap ini, fokus utama adalah mencapai ketebalan epoxy yang diinginkan dan memberikan hasil akhir yang memukau. Dengan menggunakan lapisan Top Coat, permukaan lantai akan mendapatkan perlindungan ekstra dan penampilan yang mengagumkan. Pada tahap ini, Anda memiliki beberapa pilihan dalam mengaplikasikan Top Coat. Anda dapat menggunakan kuas, semprot, atau roller, tergantung pada preferensi dan kebutuhan proyek pengecatan Anda. Setiap metode aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pastikan Anda menggunakan teknik yang tepat untuk mencapai hasil yang Anda ingin mencapai ketebalan yang lebih tinggi atau menutupi area yang tidak merata, Anda dapat mengulangi proses aplikasi Top Coat. Ini memungkinkan Anda untuk membangun lapisan epoxy yang lebih tebal dan merata. Namun, perlu diingat bahwa setiap lapisan harus dikeringkan sepenuhnya sebelum melanjutkan ke lapisan berikutnya. Pengeringan yang tidak sempurna dapat mengakibatkan ketidaksempurnaan atau cacat pada permukaan lantai.
Pengadaan bahan merupakan kegiatan pengadaan material yang diperlukan oleh proyek dengan tujuan untuk memastikan material yang diadakan sesuai dengan jumlah, waktu kebutuhan, dan spesifikasi yang diminta. Dalam proyek Pondok Indah Residences, pengadaan material dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu diadakan melalui Departemen Logistik dan diadakan sendiri oleh proyek. Hal penting yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan material di proyek Pondok Indah Residences adalah proses negosiasi antara kontraktor utama dan sub-kontraktor. Apabila negosiasi yang dilakukan terlalu banyak akan berdampak pada keputusan yang tidak tegas dan material yang diterima tidak tepat waktu. 1. Pengadaan Material melalui Departemen Logistik Pengadaan material melalui Departemen Logistik dilakukan dengan mengikuti tahap-tahap berikut ini 1. Persiapan Tender Untuk melakukan tender, hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain Menetapkan schedule tender untuk aanwijzing dan penunjukan. Mencari dan memilih calon peserta tender. Menyiapkan dokumen tender lingkup pengadaan dan spesifikasinya. 2. Permintaan Material Setelah tahap persiapan selesai, selanjutnya Site Manager membuat surat permintaan material SPR dan ditandatangani oleh Site Manager, Commercial Manager, dan Project Manager. 3. Seleksi Calon Peserta Tender Dalam menyeleksi calon peserta tender, hal-hal yang dilakukan oleh PT. Total Bangun Persada adalah sebagai berikut Mencari calon supplier dengan spesialisasi yang sesuai dengan pengadaan material yang dibutuhkan dan memiliki kesanggupan produksi dan delivery. Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 Melakukan konsolidasi dalam tim untuk membahas spesifikasi, BoQ, dan lingkup pekerjaan. Diusahakan lebih dari satu peserta yang dicari dari daftar rekanan atau supplier baru. PT. Total Bangun Persada melakukan seleksi terhadap 3 calon supplier. 4. Usulan Peserta Tender Setelah menyeleksi calon supplier melalui daftar rekanan, nama-nama supplier yang dipilih diajukan untuk meminta persetujuan Direksi. Dalam pengajuan nama-nama tersebut, disertakan pula kelengkapan dokumen tender. 5. Undangan Aanwijzing Tender PT. Total Bangun Persada membuat dan mengirim undangan ke calon peserta yang telah disetujui Direksi. 6. Aanwijzing Tender Aanwijzing dilakukan dengan proses sebagai berikut Menjelaskan persyaratan tender yang diminta. Persyaratan teknis material yang dibutuhkan. Meminta penawaran sesuai aanwijzing. Membuat Berita Acara dan Daftar Hadir. 7. Evaluasi Harga Penawaran Setelah peserta tender mengajukan penawaran, penawaran tender yang sudah lengkap diterima dibuka bersama-sama. Penawaran tiap peserta tersebut diperiksa isi dan kondisi-kondisiya lalu dibandingkan dengan dokumen tender dan Berita Acara Aanwijzing. Kemudian akan dibuat daftar perbandingan harga disertai dengan analisa atau evaluasi. 8. Klarifikasi dan Negosiasi Klarifikasi dan negosiasi bertujuan untuk memastikan kebenaran jenis, spek, jumlah, satuan, harga pengiriman, dan kondisi lainnya. Klarifikasi dan negosiasi hanya dilakukan terhadap supplier yang paling sanggup untuk mengusahakan harga terbaik dan kompetitif. Dalam proses ini juga dibuat Berita Acara dan Daftar Hadir. 9. Usulan Pemenang Tender Apabila proses negosiasi telah selesai maka akan disusun evaluasi final dan pengusulan nama supplier yang paling memenuhi syarat dengan harga yang paling kompetitif. Evaluasi final ini diperiksa terlebih dahulu oleh Departemen Head Logistik sebelum diserahkan kepada Tim Tender. Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 Pemenang Tender Penetapan pemenang tender diawali dengan pemeriksaan evaluasi oleh Tim Tender. Kemudian supplier pemenang tender ditetapkan berdasarkan kesanggupan dan harga terbaik. Penetapan tersebut diikuti dengan pemberian Syarat Administrasi dan Syarat Teknis kepada supplier yang ditunjuk. Kontrak Kontrak harus memuat jelas dan terinci semua ketentuan tender, lingkup pengadaan, spesifikasi, harga, dan kondisinya. Kontrak ditandatangani oleh Direksi PT. Total Bangun Persada dan supplier. Material Setelah proses pembuatan kontrak selesai, pengadaan material dilakukan dengan tahap berikut ini Kedatangan material yang sudah dipesan dipastikan oleh Logistik agar sesuai dengan jadwal. Apabila barang sudah datang, selanjutnya barang akan disimpan di dalam gudang yang berada di bawah General Affair GA. Gudang memastikan volume dan jumlah barang sesuai dengan pesanan. Jika sesuai dengan pesanan maka gudang mengeluarkan surat penerimaan material. Supplier Pembayaran supplier dilakukan setelah ada surat penerimaan material SPN dari gudang melalui Logistik Buyer. Material Pendistribusian material dilakukan di gudang berdasarkan keterangan dari pelaksana. 2. Pengadaan Material oleh Proyek Pengadaan material yang dilakukan oleh proyek mengikuti tahap-tahap berikut ini 1. Rencana Pengadaan Material Pengadaan material oleh proyek diawali dengan pembuatan Rencana Pengadaan Material dan meminta persetujuan PM. 2. Approval Material Setelah mendapat persetujuan PM, proyek mengajukan contoh material ke Pelanggan untuk persetujuan. Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 Seleksi calon peserta dilakukan berdasarkan daftar rekanan LOG/BD Bank Data Logistik. Untuk pembelian material dibutuhkan minimal 3 peserta tender untuk mendapatkan harga yang kompetitif. 4. Evaluasi Sistem Manajemen Untuk supplier yang belum termasuk daftar rekanan dilakukan evaluasi sistem manajemennya. 5. Undangan PT. Total Bangun Persada membuat dan mengirim undangan ke calon peserta yang lolos seleksi. 6. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan klarifikasi atau negosiasi. Proses tersebut dilakukan berulang hingga diperoleh harga yang layak. 7. Daftar Perbandingan Harga Setelah didapatkan supplier dengan harga yang layak, dibuat Daftar Perbandingan Harga dan meminta persetujuan PM untuk keputusan pemenang. 8. Dokumentasi PT. Total Bangun Persada membuat Surat Perintah Kerja Proyek dan/atau Kontrak. SPK Proyek dan/atau Kontrak didistribusikan ke logistik pusat, sub-kontraktor, dan arsip proyek. 9. Surat Pesanan PT. Total Bangun Persada membuat Surat Pesanan. Surat pesanan tersebut didistribusikan ke logistik pusat, supplier, dan arsip proyek. Prosedur Pengadaan Peralatan Peralatan yang dimaksud adalah peralatan pekerjaan konstruksi di lapangan. Penggunaan peralatan yang tepat akan mendukung tercapainya ketepatan waktu dan spesifikasi teknis yang telah disyaratkan. Pengadaan alat di proyek Pondok Indah Residences dilaksanakan oleh bagian Mekanik. Prosedur pengadaan alat tersebut adalah sebagai berikut 1. Mekanik membuat rencana pengadaan alat sesuai dengan pekerjaan di lapangan. 2. Mekanik mengisi form permintaan alat yang memuat jenis alat, spesifikasi, jumlah, tanggal penerimaan pesanan, dan rencana pemakaian alat. 3. Form permintaan alat ditandatangani oleh Project Manager untuk selanjutnya diserahkan ke kantor pusat PT. Total Bangun Persada. Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 4. Setelah kantor pusat PT. Total Bangun Persada menerima form permintaan alat yang diajukan oleh proyek maka kantor pusat akan mengadakan alat yang diperlukan oleh proyek. 5. Apabila alat yang diperlukan oleh proyek masih tersedia di kantor pusat maka alat tersebut yang digunakan. Akan tetapi, jika alat yang diperlukan tidak tersedia di kantor pusat maka kantor pusat akan melakukan penyewaan alat ke pihak lain. 6. Setelah alat kerja tiba di lokasi proyek, bagian Peralatan bertugas menerima dan mengontrol kondisi alat. Berikut ini adalah alat-alat yang disewa dari PT. Total Bangun Persada untuk pembangunan Pondok Indah Resindences Tabel Daftar Alat yang Disewa dari PT. Total Bangun Persada No. Nama Alat Jumlah 1 Bar Cutter 5 2 Bar Bender 7 3 Bucket Cor 8 4 Bucket Tanah 7 5 Compressor 3 6 Concrete Pump 1 7 Genset Man 1 8 Genset Parkins 1 9 Passenger Hoist 1 10 Placing Boom 2 11 Pompa Submersible 12 12 Internal Vibrator 11 13 Jet Whaser 2 14 Jet Cleanser 2 15 Scaffolding 1 16 Tower Crane 6 17 Mesin Vibrator 8 Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 Tabel Daftar Alat yang Disewa dari Luar PT. Total Bangun Persada No. Nama Alat Jumlah Kepemilikan 1 Bar Cutter 5 PT. BPP 2 Bar Bander 5 PT. BPP 3 Beton Lift 25 PT. Dharma Tech 4 Compressor 3 PT. BPP 5 Genset Man 1 PT. BPP 6 Mobil Crane 2 TT. CMKM 7 Pompa Submersible 1 PT. BPP 8 Mesin Vibrator 9 PT. Winata 9 Selang Vibrator 26 PT. Winata 10 Selang Vibrator 18 PT. Garuda Untuk menunjang kelancaran dalam pengoperasian alat dilakukan inspeksi terhadap alat yang digunakan. Inspeksi atau checklist alat dilakukan 2 minggu sekali oleh Tim Peralatan. Penilaian dilakukan dengan skala 1 sampai 4 dengan skala 1 merupakan kondisi terburuk. Selain itu, setiap 3 bulan juga diadakan inspeksi alat oleh pihak eksternal atau pemilik alat. Kendala yang biasa dihadapi proyek dalam pengadaan alat adalah kedatangan alat yang tidak sesuai jadwal. Untuk meminimalisasi keterlambatan kedatangan alat, dibuat schedule alat yang terdiri dari waktu rencana dan waktu aktualisasi. Jadwal pengadaan alat proyek Pondok Indah Residences dibuat perminggu. Contoh schedule alat yang dikeluarkan oleh Bangun Persada dapat dilihat di dalam Lampiran. Prosedur Pengadaan Tenaga Kerja Tenaga kerja merupakan hal yang mutlak dalam suatu proyek. Tenaga kerja ditempatkan sesuai dengan jumlah dan kemampuan masing-masing untuk menunjang tercapainya keefektifan dan efisiensi suatu pekerjaan. Di dalam proyek Pondok Indah Residences terdapat beberapa jenis tenaga kerja, yaitu staff PT. Total Bangun Persada, pekerja struktur, pekerja finishing, dan pekerja ME. Untuk memudahkan koordinasi dan mengidentifikasi setiap tenaga kerja di lapangan, PT. Total Bangun Persada membedakan setiap tenaga kerja dengan warna rompi dan helm yang digunakan. Selain itu, untuk tenaga kerja tertentu, Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 seperti mandor dan staff PT. Total Bangun Persada, dilengkapi dengan handy talky yang siap digunakan di lapangan. Tabel Identifikasi Tenaga Kerja Proyek Pondok Indah Residences Jenis Pekerjaan Warna Helm Warna Rompi Staff PT. Total Bangun Persada Putih Kuning Stabilo Pekerja Struktur Kuning Orange Pekerja Finishing Biru Orange Pekerja ME Hijau Orange Pengadaan pekerja di lapangan dilakukan oleh PT. Total Bangun Persada dan sub-kontraktor yang sesuai dengan pekerjaan yang akan dilaksanakan. Pekerja berada di bawah pimpinan mandor secara langsung. Pekerja termasuk mandor yang berasal dari PT. Total Bangun Persada terdapat di beberapa pekerjaan seperti pengecoran, pembesian Tower 1, dan sebagian pekerjaan bekisting. Pada saat ini, terdapat 7 mandor yang mengepalai para pekerja, yaitu mandor cor, mandor besi, mandor bobok, mandor dewatering, mandor sarana, mandor stek dan chemical anchor, serta mandor alas. Pembayaran upah pekerja diberikan langsung oleh mandor. Mandor mendapat upah dari PT. Total Bangun Persada secara borongan, sedangkan upah yang diberikan kepada pekerja berupa upah harian. Dalam pelaksanaannya tidak ada masalah yang berarti mengenai pengadaan tenaga kerja. Dengan dilakukan monitoring tenaga kerja, kebutuhan tenaga kerja tercapai sesuai dengan schedule rencana pelaksanaan pekerjaan. Kemudian dalam pelaksanaan pekerjaan juga tidak banyak keluhan dari pekerja. Dengan adanya fasilitas yang disediakan oleh PT. Total Bangun Persada dirasa cukup nyaman bagi pekerja untuk bekerja. Di lokasi proyek Pondok Indah Residences disediakan kantin dan toilet bagi para pekerja. Pekerja juga diberi fasilitas berupa bedeng yang terletak di Jalan Simatupang. Lokasi bedeng letaknya cukup jauh dari proyek Pondok Indah Residences. Hal ini disebabkan karena tidak tersedianya lokasi yang cukup luas di area dekat proyek. Namun, agar produktivitas tenaga kerja tetap tercapai, PT. Total Bangun Persada menyediakan feeder bus untuk antar-jemput pekerja dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Dengan demikian, meskipun lokasi bedeng yang jauh dari proyek, pekerja tetap bisa datang tepat waktu. Wibi Afifatul Zahro 15012070 Ulfa Nabila 15012098 Untuk menangani masalah pemahaman pekerja mengenai metode pelaksanaan, dilakukan pelatihan rutin setiap 2 minggu sekali dan pelatihan sebelum pelaksanaan pekerjaan. Berikut ini beberapa dokumentasi pelatihan pekerja Pelatihan Pekerjaan Bekisting Horizontal dan Vertikal Gambar Pelatihan Pekerjaan Bekisting Horizontal dan Vertikal Pelatihan Pekerjaan Pengecoran Lantai dan Kolom Gambar Pelatihan Pekerjaan Pengecoran Lantai dan Kolom
pengadaan bahan dan alat masuk dalam tahapan